Asep Robin Serahkan Bantuan Sarana Pemilahan Sampah dan Bibit Produktif bagi Warga

Bandung Kreasi571 Dilihat

MEDIAXPRESI| BANDUNG – Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Robin, S.H., M.H., menyerahkan bantuan berupa puluhan tempat sampah untuk pemilahan sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta bibit tanaman dan bibit ternak unggas kepada para Ketua RW di Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati, Jumat (12/6/2026).

Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Lurah Karang Pamulang Lucky Fadillah Gunawan, para Ketua RW, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga penerima manfaat.

Asep Robin menegaskan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk nyata tindak lanjut aspirasi masyarakat yang diserap melalui kegiatan reses dan berbagai pertemuan dengan warga. Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan program yang benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan Kota Bandung di tingkat kewilayahan,” ujarnya.

Salah satu fokus utama bantuan tersebut adalah memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Melalui penyediaan tempat sampah terpilah, masyarakat diharapkan semakin terbiasa melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebelum masuk ke sistem pengelolaan yang lebih luas.

Menurut Asep Robin, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.

“Kesadaran memilah sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Jika budaya ini tumbuh dan dilakukan secara konsisten, maka dampaknya akan sangat besar dalam mengurangi beban sampah yang berakhir di TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomis sampah yang masih bisa dimanfaatkan,” katanya.

Selain mendukung program pengelolaan sampah, bantuan bibit tanaman dan bibit ternak unggas juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sekaligus meningkatkan kemandirian pangan keluarga.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif di lingkungan masing-masing.

“Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, masyarakat dapat menghasilkan kebutuhan pangan sendiri, baik melalui budidaya tanaman maupun peternakan skala rumah tangga yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya budaya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, serta diberkahi Allah SWT,” tuturnya.

Asep Robin menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, DPRD, perangkat kewilayahan, dan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan di tingkat akar rumput.

Melalui penguatan program pemilahan sampah, penghijauan lingkungan, dan ketahanan pangan berbasis masyarakat, ia berharap semakin banyak wilayah di Kota Bandung yang mampu menjadi contoh keberhasilan pembangunan partisipatif yang berkelanjutan.

“Jika masyarakat bergerak bersama, maka persoalan lingkungan dan ketahanan pangan dapat diatasi secara lebih efektif. Inilah semangat gotong royong yang harus terus kita hidupkan untuk masa depan Kota Bandung yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *